Breaking News
Loading...
05 July 2015

Cari nilai tinggi di tempat kuliah favorit, masih berlaku sekarang?

Cari nilai tinggi di tempat kuliah favorit, masih berlaku sekarang?

Pada siang ini dengan cuaca yang lumayan menyengat ini, saya ingin bercerita tentang pengamatan saya mengenai dunia pendidikan. ada pepatah mengatakan saat ini "Selama kita hidup dengan cara yang salah pada zaman yang salah"
Akhirnya ketemu juga makna pepatah tersebut. 
apakah anda pernah mendengar kata-kata orang tua seperti ini : "sekolah yang rajin ya nak, nanti bisa lanjut sekolah terus bisa kuliah di kampus favorit, terus dapat pekerjaan yang baik paling tidak pegawai tetap dan punya gaji yang bagus"

jika anda masih pernah mendengar kata-kata tersebut dari orang tua, cukup sampai orang tua anda saja yang mengatakan, jangan dilanjutkan ke anda kepada anak-anak anda lagi nantinya. Seharusnya kata-kata seperti ini hanya didengar puluhan tahun lalu. karena saat ini kita sudah beda zaman. 

lantas, di zaman seperti apa sih saat ini kita hidup? 
pernah saya baca sebuah artikel mengenai zaman hidup di dunia, Ada 4 zaman kita hidup didunia ini, yaitu zaman agraris, zaman Industri, zaman informasi dan zaman konseptual. 
Artikel ini saya kutip dari "unlimited wealth" bong Chandra. 
Berikut penjelasan dari keempat zaman tersebut : 
1. Zaman Agraris

dimana pada zaman ini orang-orang yang memiliki tanah luas dan peternakan yang banyak adalah orang-orang yang sukses. kenapa demikian? karena pada zaman itu manusia hidup dalam kebebasan, masih kurangnya pendidikan dan  "siapa cepat dia dapat" mungkin itu kata-kata yang tepat untuk zaman agraris ini.

2. zaman industri

nah, pada zaman ini manusia mulai berlomba mencari pendidikan yang tinggi. kenapa demikian? karena pada zaman inilah mulai banyak bermunculan industri-industri menggunakan teknologi sehingga untuk memutakhirkan teknologi industri tersebut manusia dituntut memiliki pengetahuan yang maju untuk berkembang. 
pada tahun 1492 pertama kali ditemukan mesin uap dan semenjak itu mulai banyak bermunculan pabrik industri yang membutuhkan tenaga ahli profesional. pada zaman inilah seharunya diminta oleh orang tua, "sekolah yang tinggi nak, cari nilai bagus dapat pekerjaan baik dan gaji yang baik".

3. Zaman Informasi

orang sering mengatakan saat ini kita hidup di era informasi, ya benar...sekarang kita hidup dizaman informasi. Namun lebih tepatnya adalah zaman teknologi informasi. Dimana sudah banyak dijumpai perusahaan yang berkembang karena kecepatan dan keakuratan informasi yang didapat. pada zaman inilah kita mendengar kata "informasi itu mahal" jadi mulai banyak bermunculan zaman ini industri yang bukan menjual produk tetapi menjual jasa. Jasa periklanan, jasa konsultasi, jasa hukum dan lain-lain. Bahkan bermunculan konsep jasa/produk tanpa bertemu dengan orang nya. Muncul sosial media yang akhirnya sekarang difungsikan bukan hanya untuk media sosial namun promosi sosial xixixixix :D

4. Zaman Konseptual

semakin modern nya zaman maka semakin majulah sebuah peradaban dunia. Pada zaman konseptual manusia tidak dituntut untuk mendapat pendidikan yang tinggi namun diharapkan memiliki latar belakang pendidikan yang berkualitas. Maksudnya seperti ini, pada zaman konseptual ini manusia berfikir pendidikan itu bukan cuma untuk kerja namun untuk mengembangkan sesuatu. 
Pendidikan tidak diutamakan namun hal yang diutamakan adalah"ide/Konsep". selanjutnya dari zaman informasi yang mengatakan informasi itu mahal maka pada zaman ini mengatakan "ide/konsep itu mahal". maka pada zaman ini orang-orang yang berjaya keemasan adalah orang-orang yang memiliki sejuta konsep tanpa ada habisnya. 
pendidikan tinggi tidak diutamakan namun diperlukan,  yang utama adalah kemampuan memberi konsep yang baru. 
bagaimana seorang arsitek bangunan mendapat bayaran 50.000.000, bagaimana perancang baju bisa mendapat penghasilan fantastis, itu semua adalah konsept. 



Sedikit lagi...
Henry ford. Merupakan seorang yang hidup di era industri. dia menghasilkan 1 billion dollar pertama dalam waktu 25 tahun.
Bill Gates hadir di era informasi. Dia mengumpulkan 1 Billion Dollar pertamanya dalam waktu 10 tahun. Namun beruntungnya Bill Gates bukan orang yang mudah termakan waktu. saat era berubah menjadi era konseptual, Bill Gates tetap bertahan sebagai orang terkaya di dunia namun dalam waktu yang sangat dekat muncul nama-nama baru seperti Jeff Bazor pendiri Amazon. Mark Zuckerberg pendiri Facebook mereka menghasilkan 1 billion dollarnya kurang dari 5 tahun.

Masa itu terjadi begitu cepat. Bill Gates lahir di era Industri, namun mengikuti cara sukses orang era Informasi kemudian saat dunia berubah ke era Konseptual dia pun ikut menyesuaikan diri dengan membawa microsoft menghadirkan produk produk dengan konsep baru.

Bagaimana mungkin sebagian besar orang Indonesia akan tetap bertahan dengan konsep "cari nilai tinggi, kuliah di kampus favorit kerja di perusahaan bagus biar dapat gaji tinggi".
Tanpa kalian sadari dengan prinsip hidup seperti itu, kalian akan tertendang dari perputaran zaman.


Bagaimana dengan pilihan kalian sekarang ? 
Apakah akan tetap bertahan dengan prinsip orang Era Industri ?
atau menjadi sedikit lebih maju seperti prinsip orang-orang di Era Informasi ?
atau kalian ingin menjadi lebih cepat, seperti yang orang Era Konseptual seharusnya lakukan ?
 
semoga kalian tidak lupa bahwa kepunahan dinosaurus adalah karena dia tidak bisa menyesuaikan pada zamannya

Mengapa postingan ini saya tulis?
Karena seperti yang kita tau, sistem pendidikan di indonesia masih mengikutin acuan seperti yg di rancang zaman orde lama dan orde baru. hanya ada beberapa kurikulum aja yang sedikit berubah. meskipun sebenarnya itu sama saja. 

Artinya apa? sekolah formal itu wajib. Tapi ilmunya tidak cukup hanya dari situ. banyak hal-hal yang tidak di ajarin di sekolahan untuk hidup di era konseptual ini.
menteri perikanan dan kelautan cuma punya ijazah SD Coeg..tp lihat track record nya (y)

dan yang paling penting, adalah menghindari kejahatan dengan ilmu pengetahuan. Seperti yang dikatakan oleh bung Iwan Fals sang musisi legendaris " Berhentilah, jangan gunakan kehebatan ilmu untuk menghancurkan.."
Wow...terasa sekali bagi para pejabat-pejabat yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi namun akhlak dan sikap nya yang tidak lebih dari seorang tak sekolah. (maaf ye para koruptor).
Sekian artikel pada siang hari ini, saya kira siap menulis ini sudah adzan maghrib eh nyatanya masih lama...
monggo sama-sama kita renungin deh...sebenernya kita mengikuti pendidikan untuk apa? untuk mengembangkan atau merusak? 
think different :-)

 

Ditulis oleh : R.A, dari berbagai sumber .

Jangan Lupa Share jika Bermanfaat :)

0 komentar:

Post a Comment

*Komentar Tanpa Moderasi*
Silahkan berkomentar yang sopan, tidak mengandung unsur sara, pornografi.
Jika blog ini membantu, jangan lupa like Fanspage dan Follow Google+
Terima kasih

Copyright © 2013 Dhani's Blog All Right Reserved